Wakil Ketua Umum Relawan Gibran Nusantara Burhanudin Abdullah merespons penilaian pengamat terkait perbandingan kapasitas figur Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dengan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.
Menurut Burhanudin, prestasi Gibran dalam kancah politik nasional saat ini berada di atas AHY. Sebab, eks Wali Kota Solo itu sudag terpilih sebagai RI-2. Ia mengatakan ukuran prestasi politik harus dilihat dari jabatan yang diraih melalui pilihan langsung rakyat.
Gini, secara politik ini belum saatnya kita membandingkan satu dengan yang lainnya. Jadi, memang belum saatnya,”
kata Burhanuddin saat dihubungi Owrite, Selasa, 14 Juli 2026.
Meski demikian, ia menilai terdapat perbedaan yang jelas apabila perbandingan dilakukan dari sisi capaian politik masing-masing tokoh.
Dia menekankan kembali posisi Gibran yang sudah menjabat RI-1. Sementara, AHY saat ini menjabat Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Tapi, kalau kita melihat dari sisi prestasi, tentu prestasinya ada pada Gibran. Kenapa? Karena Gibran telah lolos menjadi Wakil Presiden, sedangkan AHY prestasinya baru sebatas menjadi menteri,”
ujarnya.
Burhanudin menuturkan penilaian terhadap kedua tokoh sebaiknya tidak dilakukan terlalu dini. Ia mengatakan dinamika politik menuju Pemilu 2029 masih sangat terbuka.
Kalau dibandingkan secara politik, tentu belum saatnya kita melakukan pembandingan seperti itu. Karena ini belum waktunya untuk mengevaluasi dan melihat hal-hal yang istimewa dari keduanya,”
jelas Burhanudin.
Tapi, lagi-lagi ia menegaskan bahwa jika tolok ukurnya adalah prestasi politik saat ini, maka Gibran dinilainya lebih unggul ketimbang AHY.
Tapi yang jelas, kalau bicara soal prestasi, tentu Gibran punya prestasi karena sudah menjadi Wakil Presiden. Sedangkan AHY baru sebatas menjadi menteri,”
tuturnya.
Lebih lanjut, Burhanudin mengatakan posisi Wakil Presiden RI merupakan jabatan yang diperoleh melalui proses elektoral sehingga menjadi pencapaian politik yang tidak mudah diraih.
Kalau kita lihat, tidak mudah seseorang menjadi Wakil Presiden RI. Itu merupakan sebuah prestasi karena didukung oleh rakyat, sehingga duet Prabowo-Gibran memenangkan kontestasi pada 2024,”
ujar Burhanudin.
Sebelumnya, pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai figur AHY unggul atas Gibran dari sisi kompetensi dan kinerja jelang dinamika politik menuju 2029.
Menurut Jamiluddin, AHY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat itu memiliki modal politik yang lebih lengkap. Modal AHY itu mulai dari kapasitas pribadi, rekam jejak sebagai menteri, hingga dukungan partai politik.
Adapun penilaiannya terhadap Gibran lebih banyak didasarkan pada aktivitas yang terlihat di ruang publik. Sosok Gibran juga dinilainya masih bertumpu dari figur Jokowi.
























