Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Gelombang PHK Mengganas! 9.000 Pekerja Terancam, DPR Bunyikan Alarm Bahaya
Nasional

Gelombang PHK Mengganas! 9.000 Pekerja Terancam, DPR Bunyikan Alarm Bahaya

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 26, 2026 6:52 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Sejumlah buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia (GSPMII) membawa poster saat aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026). Aksi dalam rangka memperingati hari buruh internasional tersebut menuntut tentang penghapusan upah murah dan penghapusan outsorcing. (ANTARA FOTO/Salma Talita)
Sejumlah buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia (GSPMII) membawa poster saat aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026). Aksi dalam rangka memperingati hari buruh internasional tersebut menuntut tentang penghapusan upah murah dan penghapusan outsorcing. (ANTARA FOTO/Salma Talita)
SHARE

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menunjukkan tanda-tanda serius di berbagai sektor industri nasional. 

Daftar isi Konten
  • Dampak Geopolitik dan Ekonomi
  • Sinyal Bahaya

Dalam tiga bulan ke depan, sekitar 9.000 pekerja diperkirakan akan kehilangan pekerjaan di sedikitnya 10 perusahaan.

Ancaman ini bukan lagi sekadar prediksi. Sejak Mei 2026, sejumlah perusahaan telah lebih dulu melakukan PHK massal, menandai tekanan nyata pada sektor industri.

Salah satu kasus terjadi di PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, yang resmi menghentikan operasional dan memutus hubungan kerja terhadap 350 karyawan. 

Sementara di Kabupaten Serang, PHK juga terjadi di beberapa perusahaan seperti PT Nikomas Gemilang, PT Parkland World Indonesia 2, dan PT Sinhwa Bis dengan jumlah pekerja terdampak mencapai ratusan orang.

Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan tren PHK yang terus meningkat. Hingga 20 Mei 2025, tercatat 26.454 pekerja telah kehilangan pekerjaan, angka yang melonjak signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Bahaya! Korban PHK Hingga April 2026 Jumlahnya Makin Mengkhawatirkan

Dampak Geopolitik dan Ekonomi

Presiden KSPI, Said Iqbal, menilai kondisi ini mencerminkan rapuhnya ketahanan industri nasional di tengah tekanan global.

Menurutnya, sektor manufaktur, tekstil, alas kaki, hingga otomotif menjadi yang paling terpukul akibat melemahnya permintaan ekspor, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta lonjakan biaya produksi.

Di Karawang, Jawa Barat, sebanyak 1.323 pekerja terdampak PHK akibat penutupan perusahaan dan efisiensi. 

Baca juga:
DPR Desak Purbaya Segera Tambah Transfer ke Daerah, Gaji ASN… Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid mendesak pemerintah segera memutuskan tambahan…
BPJS Bukan Pasien Kelas Dua! DPR Semprot Oknum Dokter yang… Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi mendesak dugaan pelanggaran etik oleh oknum…
Kontrol terhadap Pemerintah Hilang: Oposisi Mandul, LSM hingga Pengamat Ditekan Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengungkapkan dua alasan utama yang mendorongnya…
  • DPR Desak Purbaya Segera Tambah Transfer ke Daerah, Gaji ASN Terancam Tersendat
  • BPJS Bukan Pasien Kelas Dua! DPR Semprot Oknum Dokter yang Diduga Nirempati
  • Kontrol terhadap Pemerintah Hilang: Oposisi Mandul, LSM hingga Pengamat Ditekan

Sementara di Sidoarjo, Jawa Timur, sekitar 200 pekerja di sektor otomotif juga kehilangan pekerjaan karena penurunan permintaan pasar.

KSPI mengidentifikasi tiga pemicu utama badai PHK ini, yakni konflik geopolitik global yang mendorong kenaikan harga energi, pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang meningkatkan biaya impor bahan baku, serta lesunya pasar global.

Meski demikian, KSPI memastikan pekerja PT Xacti Indonesia tetap menerima hak kompensasi sesuai ketentuan, bahkan hingga dua kali lipat dari aturan undang-undang.

Sinyal Bahaya

Ketua DPR RI Puan Maharani, mengingatkan pemerintah agar segera merespons serius ancaman gelombang PHK yang mulai terasa di berbagai sektor industri.

Ancaman PHK mulai terasa dan perlu direspons secara serius oleh pemerintah. Kelompok buruh diperkirakan sekitar 9.000 pekerja berpotensi terdampak dalam waktu dekat,”

kata Puan dikutip dari akun resmi instagram PDI Perjuangan, @pdip pada, Selasa 26 Mei 2026.

Ketua DPP PDIP itu menilai situasi ini merupakan peringatan dini yang tidak boleh diabaikan, terutama dalam konteks target besar penciptaan lapangan kerja nasional.

Ini menjadi sinyal peringatan yang tidak bisa diabaikan. Di titik inilah, kebijakan pemerintah diuji,”

ucapnya.

Ia menegaskan, apabila fondasi industri tidak segera diperkuat, maka target ambisius pemerintah menciptakan jutaan lapangan kerja akan sulit terealisasi.

Target penciptaan 19 juta lapangan kerja dalam lima tahun akan sulit tercapai jika fondasi industri tidak diperkuat,”

tegasnya.
Said Iqbal Ungkap Rencana Prabowo Bentuk Satgas PHK dan Hadiri May Day 2026

Lebih jauh, Puan menyoroti dampak luas dari gelombang PHK yang tidak hanya berhenti pada kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhi kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Ancaman PHK bukan hanya soal kehilangan pekerjaan, tetapi juga berimplikasi pada daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan,”

jelasnya.

Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan para pekerja tetap memiliki kepastian dan rasa aman terhadap masa depan mereka.

Negara harus memastikan setiap pekerja memiliki rasa aman terhadap masa depan mereka,”

ungkapnya.
Baca juga:
Manuver Politik Jokowi Dinilai jadi Ancaman, Isu Dua Pusat Kekuasaan… Analis Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik Universitas Mercu Buana, Dr. Syaifuddin menilai…
Geger! Ratusan Senjata Api dan Airsoft Gun Ditemukan di Yayasan… Sejumlah senjata menyerupai airsoft gun dan senjata api ditemukan di salah satu…
Cair Pekan Depan, Purbaya 'Guyur' Kas Daerah Rp20,5 Triliun demi… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan menggelontorkan Rp20,5 triliun kepada…
  • Manuver Politik Jokowi Dinilai jadi Ancaman, Isu Dua Pusat Kekuasaan Bayangi Prabowo
  • Geger! Ratusan Senjata Api dan Airsoft Gun Ditemukan di Yayasan Sekolah Swasta…
  • Cair Pekan Depan, Purbaya 'Guyur' Kas Daerah Rp20,5 Triliun demi Gaji ASN…

Ia juga mengingatkan, bahwa ketidakpastian kerja dapat memicu tekanan sosial yang lebih luas, terutama di tingkat keluarga.

Ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,”

tutup Puan.

Pernyataan tersebut menegaskan, bahwa isu PHK bukan sekadar persoalan ketenagakerjaan, melainkan ancaman serius yang dapat berdampak langsung pada stabilitas sosial dan ekonomi nasional.

Tag:DPRHeadlinekspiPHKPuan MaharaniSaid Iqbal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Aksi Mulia Numan Nomad: Jelajah Nusantara Sambil Bantu Mahasiswa Lulus Skripsi Tanpa Biaya
By Ossid Duha Jussas Salma
Numan Nomad
1
Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
By Hadi Febriansyah
Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
2
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
3
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
4
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
5

BERITA LAINNYA

Presiden RI Prabowo Subianto
Nasional

Hasil Survei PISA Rendah, Prabowo Sedih Kualitas Pendidikan RI Terbelakang

Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin terhadap capaian pendidikan Indonesia yang masih tertinggal…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
11 jam lalu
Seorang dokter membaewa stetoskop.
Nasional

Soal Viral Nakes Hujat Pasien BPJS, Anggota DPR Ini Desak Evaluasi Etika Nakes

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Haris menilai meninggalnya peserta BPJS Kesehatan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
12 jam lalu
BRIN Pamerkan Teknologi Nuklir ke Prabowo. (Sumber: BPMI)
Nasional

Prabowo Dapat Kabar PLTN dari BRIN, RI Ternyata Punya 89 Ribu Ton Uranium

Presiden Prabowo Subianto menerima paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari Badan Riset…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
13 jam lalu
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengikuti pelantikan dan penyerahan SK di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah
Nasional

DPR Desak Purbaya Segera Tambah Transfer ke Daerah, Gaji ASN Terancam Tersendat

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid mendesak pemerintah segera memutuskan tambahan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up