Pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak akan mengulangi pengadaan barang yang sudah dibeli pada masa kepemimpinan sebelumnya. Mulai dari motor listrik, laptop, tablet hingga kaos kaki.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan seluruh aset yang telah terlanjur dibeli harus dimanfaatkan secara maksimal sebelum pemerintah memutuskan melakukan pengadaan baru.
Secara keseluruhan ya bukan cuma motor, semua yang sudah dibelanjakan di 2025 termasuk IT, sebenarnya kami ingin itu dimaksimalkan,”
kata Arum usai rapat dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Pernyataan ini muncul saat Arum ditanya mengenai nasib pengadaan motor listrik yang sempat menjadi sorotan karena jumlah unit yang telah dibeli disebut belum sepenuhnya dimanfaatkan di lapangan.
Akan Dievaluasi dan Dioptimalkan Penggunaannya
Namun Arum menegaskan persoalannya tidak hanya terkait motor listrik. Menurut dia, seluruh barang yang sudah dibeli pada periode sebelumnya akan dievaluasi dan dioptimalkan penggunaannya.
Kemarin kan sempat ada dibilang laptop, kaos kaki, tablet dan sebagainya yang sudah memang terlanjur dibayar, dimaksimalkan,”
ujarnya.
BGN bahkan mulai menyisir ulang seluruh pos anggaran yang memiliki target pengadaan serupa dengan tahun 2025. Jika barang yang dibutuhkan masih tersedia dan layak digunakan, pengadaan baru tidak akan dilakukan.
Kami sisir anggarannya yang bunyinya dan target outputnya akan sama dengan yang 2025, kami bilang ‘no’. Itu enggak ada lagi di 2026,”
kata Arum.
Khusus untuk kebutuhan teknologi informasi, BGN akan mengutamakan penggunaan perangkat yang sudah tersedia sebelum mengajukan tambahan anggaran.
Saya terutama untuk IT betul-betul lihat mana yang masih bisa dipakai kita akan pakai. Kalau masih kurang kita lengkapi, itu nanti yang kita tambahkan di 2027,”
ujarnya.
Meski demikian, Arum mengakui pihaknya masih akan meminta informasi kepada Kejaksaan Agung terkait sejumlah pengadaan yang menjadi perhatian masyarakat.
Iya, nanti kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan,”
katanya.
Menurut Arum, prinsip yang kini diterapkan BGN adalah memastikan setiap rupiah yang sudah telanjur dibelanjakan memberikan manfaat nyata bagi program Makan Bergizi Gratis.
Prinsip secara umum yang sudah keluar di 2025, uang negara sudah keluar, harus kita maksimalkan pemanfaatannya,”
tegasnya.


