Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menganalisa kekuatan finansial jadi salah satu modal utama Gibran Rakabuming Raka menghadapi dinamika politik menuju Pilpres 2029. Namun, untuk figur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilainya lebih unggul dari sisi kompetensi dan kinerja.
Menurut Jamiluddin, faktor finansial dan pengaruh politik masih berpotensi mempengaruhi kontestasi elektoral di Indonesia. Di sisi lain, ia menilai AHY punya keunggulan dalam kapasitas personal dan rekam jejak di pemerintahan.
Gibran ini kan didukung bapaknya yang konon sumber daya finansialnya tak terbatas. Itu persoalannya,”
kata Jamiluddin kepada Owrite, Jumat, 10 Juli 2026.
Jamiluddin berpandangan, karakter pemilih di Indonesia masih didominasi pendekatan emosional. Dengan demikian, faktor di luar kapasitas calon kerap memengaruhi pilihan politik masyarakat.
Sementara kita tahu di Indonesia ini masih banyak pemilih emosional daripada pemilih rasional. Sehingga dilihat dari situ memang AHY agak tertinggal,”
ujar Jamiluddin.
Menurut dia, keterbatasan sumber daya finansial diduga masih jadi salah satu tantangan bagi AHY jika dibandingkan dengan Gibran dalam persaingan politik ke depan.
Karena dari segi finansial, AHY itu saya melihat sangat terbatas. Jadi, tinggal mau melihat dari sisi mananya. Kalau dari sisi kompetensi dan kinerja, memang saya melihat lebih unggul AHY daripada Gibran,”
jelasnya.
Meski demikian, Jamiluddin menilai keunggulan finansial tak mengubah pandangannya mengenai kualitas kepemimpinan dan kinerja kedua tokoh tersebut.
AHY tertinggal dibandingkan Gibran yang ditopang penuh oleh bapaknya, Jokowi dan kekuatan finansial,”
tuturnya.
Dia menambahkan, dinamika politik Indonesia kerap menghadirkan hasil yang sulit diprediksi karena faktor nonrasional masih berpengaruh dalam perilaku pemilih.
Iya, kalau di luar faktor finansial saya melihat AHY masih jauh lebih unggul. Tapi, kan kita melihat di Indonesia ini banyak hal-hal yang mustahil itu terjadi,”
ujar eks Dekan FIKOM IISIP itu.
Menurut dia, dengan politik yang irasional membuat prediksi kerap meleset.
Yang kita lihat secara rasional seharusnya tidak jadi, itu justru jadi. Itu yang memang sering sekali membuat prediksi politik di Indonesia meleset, karena ada hal-hal yang irasional justru terjadi,”
tutur Jamiluddin.






![Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].](https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/06/Mahasiswa-temui-Wapres-Gibran-di-Istana-Wapres_Owrite.webp)

















