Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 12 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Cara Memahami Indeks Glikemik Makanan agar Pola Makan Lebih Sehat
Kesehatan

Cara Memahami Indeks Glikemik Makanan agar Pola Makan Lebih Sehat

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Juli 11, 2026 6:31 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
4 jam lalu
Share
Ilustrasi makanan sehat
Ilustrasi makanan sehat (Foto: unsplash Marta Filipczyk)
SHARE

Saat memilih makanan, banyak orang hanya berfokus pada jumlah kalori atau kandungan gula. Padahal, ada faktor lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu indeks glikemik (IG).

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Indeks Glikemik?
  • Kategori Nilai Indeks Glikemik
  • Manfaat Memilih Makanan Berdasarkan Indeks Glikemik
  • Panduan Memilih Makanan Sehari-hari

Memahami indeks glikemik dapat membantu seseorang memilih sumber karbohidrat yang lebih tepat.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan indeks glikemik, bagaimana cara kerjanya, dan mengapa penting untuk diterapkan dalam pola makan sehari-hari? Melansir dari laman Kementrian Kesehatan (16 Januari 2024), simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Indeks Glikemik?

Indeks glikemik (IG) adalah sistem pengukuran seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah.

Nilai indeks glikemik berkisar antara 0 hingga 100, di mana semakin tinggi angkanya, semakin cepat makanan tersebutmemicu kenaikan kadar gula darah.

Dengan mengetahui nilai IG suatu makanan, seseorang dapat memilih sumber karbohidrat yang lebih sesuai untuk membantu menjaga kestabilan gula darah, mempertahankan energi lebih lama, serta mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Mengenal Clean Eating, Pola Makan Sehat dengan Makanan Minim Olahan

Kategori Nilai Indeks Glikemik

Berdasarkan nilainya, indeks glikemik dibagi menjadi tiga kategori utama. Pengelompokan ini dapat membantu seseorang memilih makanan yang lebih sesuai untuk menjaga kestabilan kadar gula darah.

  • Indeks glikemik rendah (0–55). Kategori makanan dicerna dan diserap lebih lambat sehingga menyebabkan kenaikan gula darah secara bertahap. Contohnya oat, kacang-kacangan, sebagian besar sayuran hijau, serta beberapa jenis buah seperti apel, pir, dan jeruk.
  • Indeks glikemik sedang (56–69). Makanan dengan nilai IG sedang aman dikonsumsi dalam porsi yang sesuai. Contohnya nasi merah, ubi jalar, jagung, dan beberapa jenis buah tropis.
  • Indeks glikemik tinggi (70 atau lebih). Makanan dalam kelompok ini cenderung meningkatkan kadar gula darah dengan cepat karena mudah dicerna tubuh. Contohnya roti putih, nasi putih, kentang, sereal yang telah diproses, serta minuman manis.

Meskipun klasifikasi indeks glikemik dapat menjadi panduan dalam memilih makanan, nilai IG bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah suatu makanan sehat atau tidak.

Pengolahan, ukuran porsi, serta kandungan serat, protein, dan lemak juga perlu diperhatikan.

Manfaat Memilih Makanan Berdasarkan Indeks Glikemik

Memilih makanan dengan indeks glikemik rendah dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil karena glukosa dilepaskan ke dalam aliran darah secara bertahap. Selain itu, makanan jenis ini juga memberikan rasa kenyang lebih lama.

Jika dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup sehat, konsumsi makanan berindeks glikemik rendah juga dapat mendukung pengelolaan berat badan. Terlebih makanan dengan indeks glikemik rendah membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang hari, sehingga dapat mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.

Panduan Memilih Makanan Sehari-hari

Menerapkan pola makan dengan indeks glikemik rendah tidak harus sulit. Beberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus mendukung kesehatan tubuh.

  • Pilih karbohidrat utuh, seperti oat, beras merah, atau roti gandum utuh dibandingkan karbohidrat olahan.
  • Perbanyak konsumsi serat dari sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.
  • Padukan karbohidrat dengan protein dan lemak sehat, misalnya buah dengan yogurt tanpa gula atau kacang-kacangan, agar penyerapan glukosa berlangsung lebih lambat.
  • Perhatikan porsi makan, karena konsumsi makanan berlebihan tetap dapat memengaruhi kadar gula darah meskipun memiliki indeks glikemik rendah.
  • Batasi makanan dan minuman tinggi gula serta makanan olahan yang umumnya memiliki indeks glikemik lebih tinggi.

Dengan memahami indeks glikemik dan menerapkan pola makan yang seimbang, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih makanan sehari-hari. Meski demikian, indeks glikemik bukan satu-satunya acuan dalam menentukan makanan sehat.

Pastikan kebutuhan gizi tetap terpenuhi dengan mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, serta diimbangi dengan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga kesehatan tubuh secara optimal.

Tag:Gula DarahKandungan GulaKesehatanPola Makan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Aisyah Zakkiyah Jadi Komisaris PTPP, Gaji dan Latar Belakangnya Jadi Sorotan
By Syifa Fauziah
Aisyah Zakkiyah Jadi Komisaris PTPP
1
Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan Jampidsus
By Ivan Syahruna Lubis
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta
2
Selain Tersangka Korupsi Batu Bara, Febrie Adriansyah juga Jadi Tersangka TPPU 
By Rika Pangesti
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
3
Jampidsus Mundur, Komisi III DPR Bentuk Tim Pengawas Penanganan Kasus Kejagung
By Rika Pangesti
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah (tengah) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta
4
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
By Rika Pangesti
Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Fatty Liver Kini Banyak Menyerang Usia 30-an
Kesehatan

Fatty Liver Kini Banyak Menyerang Usia 30-an, Dokter IPB Ungkap Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kasus perlemakan hati atau fatty liver yang dikenal sebagai metabolic dysfunction-associated steatotic…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
Kesehatan

Menkes Ingatkan Bahaya Saus Sachet, Bisa Picu Risiko Hipertensi

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
24 jam lalu
Ilustrasi Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular
Kesehatan

Kasus TB di Indonesia Tembus 1,08 Juta, Kemenkes Terapkan Strategi Baru Pelacakan Kontak Erat

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Indonesia-Tiongkok Kembangkan Vaksin Dengue mRNA
Kesehatan

Kemenkes Kembangkan Vaksin DBD Berbasis mRNA, Berpotensi Jadi yang Pertama di Dunia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghadirkan Vaksin Dengue Tetravalen Berbasis mRNA untuk mengurangi kasus…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up