Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 9 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Orang Tua Wajib Ajarkan Lima Cara Deteksi Makanan Basi agar Anak Tak Jadi Korban Keracunan
Kesehatan

Orang Tua Wajib Ajarkan Lima Cara Deteksi Makanan Basi agar Anak Tak Jadi Korban Keracunan

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: September 8, 2026 12:20 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
8 jam lalu
Share
Ilustrasi mengawasi makanan anak
Ilustrasi mengawasi makanan anak (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)
SHARE

Maraknya kasus keracunan makanan yang terjadi di lingkungan sekolah, pastinya akan membuat orang tua mulai waswas.

Apalagi, orang tua tidak setiap saat bisa mengawasi makanan apa saja yang dikonsumsi anak. Seperti saat anak sedang di sekolah, anak bisa saja membeli jajanan atau menerima makanan tanpa tahu apakah masih aman dimakan.

Ditambah Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat lebih dari 37 ribu anak sekolah menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak program tersebut dimulai pada Januari 2025 hingga Mei 2026.

Karena itu, selain memilih makanan yang aman, orang tua juga perlu membekali anak dengan cara sederhana untuk mengenali makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi.

Perlu Diwaspadai

Ilmuwan Felix Zulhendri, Ph.D., pun membagikan beberapa cara yang bisa diajarkan orang tua kepada anak untuk mengenali makanan yang perlu diwaspadai.

Baca juga:
Jangan Sembarangan Makan, Ini Makanan Pantangan bagi Penderita Asam Urat Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat kambuh ketika kadar…
Ratusan Penerbangan Terdampak di Soetta, Penumpang Dapat Makanan hingga Bus… Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) sebagai bagian dari…
Manggleng, Si Camilan Singkong Khas Jawa yang Gurih dan Pedas… Singkong menjadi salah satu bahan pangan yang banyak diolah menjadi makanan tradisional…
  • Jangan Sembarangan Makan, Ini Makanan Pantangan bagi Penderita Asam Urat
  • Ratusan Penerbangan Terdampak di Soetta, Penumpang Dapat Makanan hingga Bus Gratis
  • Manggleng, Si Camilan Singkong Khas Jawa yang Gurih dan Pedas Manis

Lewat akun TikTok-nya @felix.zulhendri, Felix yang aktif membahas kesehatan, sains, dan gizi mengingatkan ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan sebelum makanan dimakan.

Lantas, apa saja yang perlu diajarkan kepada anak?

1. Waspada Makanan di Suhu Ruang

Orang tua bisa mulai mengajarkan anak untuk memperhatikan cara makanan tersebut disimpan.

Menurut Felix, makanan yang terlalu lama berada di suhu ruang lebih mudah rusak. Terutama makanan yang sudah tidak panas, tapi juga belum dingin.

Jadi, ajarkan anak untuk bertanya atau mengingat sudah berapa lama makanan dibiarkan sebelum akhirnya dikonsumsi.

2. Lihat Kondisi Makanan

Jangan cuma mengajarkan anak melihat apakah makanan terlihat enak. Ajarkan juga mereka mengenali perubahan pada bentuk dan tampilannya.

Ajarkan anak untuk curiga terhadap makanan yang bentuknya berubah, terlalu lembek, bonyok, berlendir, atau warnanya berubah secara tidak wajar.

Begitu juga kalau sudah terlihat tanda-tanda tumbuh jamur. Kalau menemukan kondisi seperti ini, ajarkan anak untuk tidak memaksakan diri memakannya.

3. Kenali Bau yang Tidak Normal

Anak juga bisa memakai indra penciumannya untuk melihat apakah ada perubahan pada makanan.

Felix menyebut bau asam yang aneh, bau tidak sedap, sampai aroma amis yang menyengat bisa menjadi tanda makanan sudah rusak.

Namun, orang tua perlu menekankan bahwa mencium makanan bukan berarti memastikan makanan aman. Kalau makanan sudah terlihat mencurigakan atau terlalu lama disimpan, sebaiknya tidak dimakan meski baunya masih normal.

4. Tanamkan Prinsip “Kalau Ragu, Jangan Dimakan”

Ini mungkin jadi aturan yang paling gampang diingat anak. Kalau anak melihat atau mencium sesuatu yang membuatnya ragu, ajarkan mereka untuk tidak memaksakan diri mengonsumsi makanan tersebut.

Heboh 431 Santri Diduga Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo: Tak Ada yang Meninggal

Felix menekankan, saat seseorang sudah bertanya-tanya apakah makanan itu masih layak dimakan atau tidak, sebaiknya makanan tersebut tidak dikonsumsi.

Dengan begitu, anak tidak perlu merasa bersalah saat memilih meninggalkan makanan yang diragukan kondisinya.

5. Ajarkan Anak Berani Bilang “Tidak”

Nah, ini yang nggak kalah penting, terutama untuk diajarkan kepada anak.

Ketika anak sudah merasa ragu dengan makanan yang akan dikonsumsi, tetapi ada orang lain yang memaksa agar makanan tersebut segera dihabiskan, ajarkan anak untuk berani mengatakan “tidak.”

Felix juga menekankan pentingnya consent terhadap apa yang masuk ke dalam tubuh.

Menurutnya, segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh harus berdasarkan persetujuan diri sendiri. Karena itu, anak perlu dibiasakan berani mengatakan “tidak” saat merasa makanan yang diberikan tidak aman untuk dimakan.

Orang tua juga bisa menegaskan bahwa menolak makanan bukan berarti anak tidak sopan atau manja. Dalam situasi tertentu, mengatakan “tidak” justru merupakan cara untuk menjaga diri.

Jadi, orang tua memang tidak mungkin mengawasi semua makanan yang masuk ke perut anak sepanjang hari.

Namun, membekali anak dengan kemampuan mengenali tanda makanan rusak dan keberanian untuk menolak bisa menjadi perlindungan sederhana yang bisa mereka bawa ke mana pun.

Tag:JPPIKeracunanMakananMBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Viral Momen Teddy Turunkan Mic Prabowo Saat Rapat Bencana, Netizen: “Seakrab Itu?”
By Ani Ratnasari
Penampakan Tangan Setkan Teddy arahkan microfon Presiden Prabowo. (Sumber: X/@txtdrimedia)
1
Heboh Teori Konspirasi Erupsi Enam Gunung Api Ala Ulta Levenia, Netizen: “Gaya Obrolan Cowok jam 12 Malam!”
By Ani Ratnasari
Tangkap layar dari YouTube Bukan Kaleng-kaleng
2
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 9 September 2026: Jaktim Hujan Ringan, Lima Wilayah Lain Cerah
By Syifa Fauziah
Ilustrasi prakiraan cuaca di Jakarta.
3
Erick Thohir Turun Langsung Cek Stadion Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, SUGBK Sudah 86 Persen
By Hadi Febriansyah
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengecek kesiapan sejumlah stadion
4
Jangan Sembarangan Makan, Ini Makanan Pantangan bagi Penderita Asam Urat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi saat sakit
5

BERITA LAINNYA

Perawatan Kulit Berbasis Kesehatan Sel
Kesehatan

Tren Longevity Global Dorong Perawatan Kulit Berbasis Kesehatan Sel

Tren longevity atau upaya menjaga tubuh tetap sehat dan berfungsi optimal selama…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
23 jam lalu
Seorang wanita yang mengenakan masker
Kesehatan

N95 Bisa Percuma Jika Longgar, Epidemiolog Ungkap Cara Tepat Lindungi Diri dari Abu Vulkanik

Abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah membuat masyarakat perlu meningkatkan perlindungan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Ilustrasi saat sakit
Kesehatan

Jangan Sembarangan Makan, Ini Makanan Pantangan bagi Penderita Asam Urat

Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat kambuh ketika kadar…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Ilustrasi basuh wajah dengan air.
Kesehatan

Mata Perih Kena Abu Vulkanik? Jangan Dikucek, Ini 6 Langkah Pertama yang Wajib Dilakukan

Jangan buru-buru mengucek mata saat tiba-tiba terasa perih setelah terkena sebaran abu…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up