Pelimpahan kasus dugaan korupsi dan TPPU mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejaksaan dipertanyakan. Pakar Hukum Universitas Indonesia (UI) Dr. Luhut MP Pangaribuan menilai perkara itu semestinya diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Padahal masyarakat bertanya sederhana saja. Kenapa diserahkan kepada kejaksaan? Kenapa bukan kepada KPK? Jawabannya sederhana, conflict of interest. Tidak mungkin seseorang menyakiti dirinya sendiri,”
kata Luhut kepada Owrite, Jumat, 17 Juli 2026.
Luhut menilai, respons Kejaksaan terhadap pelimpahan perkara tersebut justru disertai berbagai argumentasi yang menurutnya membenarkan pengambilalihan penanganan kasus.
Yang terjadi sekarang adalah kejaksaan menyambut pelimpahan tersebut, bahkan tampaknya dengan euforia, melalui berbagai bentuk pembenaran,”
ucapnya.
Salah satu pembenaran yang dimaksud, kata Luhut, adalah penjelasan bahwa perkara akan ditangani tim jaksa khusus yang seluruh anggotanya pernah bertugas di KPK.







