Anggapan bahwa makanan dan minuman berlabel less sugar otomatis lebih aman dari risiko diabetes perlu diluruskan.
Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI), dr. Ida Ayu Made Kshanti, Sp.PD-KEMD, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya terpaku pada klaim rendah gula yang tertera pada kemasan maupun menu minuman.
Menurutnya, kandungan gula hanyalah salah satu komponen yang perlu diperhatikan dalam memilih makanan dan minuman.
Pasalnya, karbohidrat yang dikonsumsi juga dapat diubah menjadi gula di dalam tubuh dan turut memengaruhi kadar gula darah.
dr. Ida menjelaskan masyarakat perlu melihat kandungan makanan dan minuman secara lebih menyeluruh. Terlebih, minuman kekinian umumnya tidak hanya mengandung gula, tetapi juga bahan tambahan seperti krimer, susu, maupun perasa yang tetap menyumbang asupan kalori dan perlu diperhitungankan.
Gula itu bukan cuma gula. Karbohidrat itu jadi gula. Dan kalau minuman itu jangan lupa ya, misalnya kopi dia ada apa itu pake krimer atau pake perasa susu atau pake susu. Itu juga ada perhitungannya,”
ujar dr. Ida dalam forum diskusi media bertajuk End-to-End Diabetes Ecosystem Support: Dari Pencegahan hingga Manajemen Jangka Panjang yang diselenggarakan PT Kalbe Farma Tbk di Jakarta, Senin 10 Agustus 2026.
Menurutnya, memilih produk less sugar memang dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi asupan gula.
Namun, pilihan tersebut tidak serta-merta membuat seseorang terbebas dari risiko diabetes jika asupan karbohidrat, kalori, dan komponen lain dalam makanan atau minuman tetap tinggi,”
tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Ida mengatakan masyarakat kini semakin dimudahkan dengan adanya informasi nilai gizi dan pelabelan nutrisi pada berbagai produk makanan dan minuman.
Informasi tersebut dapat membantu konsumen mengetahui kandungan gula, garam, lemak, maupun lemak jenuh sebelum membeli atau mengonsumsi suatu produk.
Produk rendah gula belum tentu rendah kalori atau otomatis lebih sehat apabila kandungan komponen lainnya masih tinggi. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri membaca informasi nilai gizi secara keseluruhan, bukan hanya mencari tulisan less sugar,”
sambungnya.
Sumber Gula Berlebih
Ia pun mencontohkan minuman kekinian seperti minuman boba dapat mengandung gula dalam jumlah cukup tinggi. Satu gelas berukuran sekitar 500 ml bahkan bisa mengandung puluhan gram gula, belum termasuk asupan gula yang berasal dari makanan dan minuman lain sepanjang hari.
Konsumsi satu minuman saja berpotensi menyumbang porsi gula yang cukup besar dalam asupan harian seseorang,”
katanya.
Karena itu, mengganti minuman biasa dengan pilihan less sugar memang dapat membantu mengurangi konsumsi gula. Namun, label tersebut bukan berarti makanan atau minuman otomatis bebas risiko diabetes.
Masyarakat tetap perlu memperhatikan total asupan harian, termasuk karbohidrat, kalori, gula, serta komponen lain yang terkandung dalam makanan dan minuman,”
tandasnya.























