Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

DPR Tantang Dirut PLN Buka Data Soal Cadangan Listrik dan Batu Bara, Darmawan Prasodjo Berani?

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo ditantang oleh Anggota Komisi XII Sigit Karyawan Yunianto, untuk membuka secara gamblang mengenai data teknis kelistrikan per wilayah dan stok batu bara.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo ditantang oleh Anggota Komisi XII Sigit Karyawan Yunianto, untuk membuka secara gamblang mengenai data teknis kelistrikan per wilayah dan stok batu bara. 

Hal itu disampaikan Sigit saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut PLN Darmawan, di Senayan, Jakarta.

Sigit menegaskan, bahwa PLN harus membuka data kapasitas daya mampu pasok, cadangan operasi, hingga stok batubara sesuai spesifikasi kalori di masing-masing lokasi pembangkit, bukan hanya angka agregat nasional yang disampaikan dalam paparan. 

Iklan

Sekarang juga harus disampaikan berapa megawatt yang mampu dilakukan, itu juga harus disampaikan, berapa cadangan operasinya, berapa stok batubara sesuai spesifikasinya,”

Ia juga mengaitkan pembukaan data itu dengan isu yang berkembang di kalangan pelaku usaha batubara, yakni adanya pengusaha yang disebut enggan memasok ke pembangkit PLN akibat penurunan produksi. 

Sigit menilai persoalan pasokan energi primer bukan semata soal ketersediaan mesin pembangkit, melainkan menyangkut bahan bakar, transmisi, pemeliharaan, hingga kontrak dengan mitra penyedia.

Lebih lanjut, dirinya turut mempertanyakan kondisi pembayaran PLN kepada mitra Independent Power Producer (IPP) dan pemasok energi, sebagai bagian dari upaya memetakan akar persoalan pasokan yang menurutnya belum pernah disampaikan secara gamblang oleh PLN. 

Kira-kira di tubuh PLN ada enggak tekanan pembayaran kepada IPP serta pemasok energi?”

tanyanya.

Selain itu, Sigit juga menyinggung klaim PLN yang dianggap berbeda jauh dengan kondisi di lapangan terkait pemadaman bergilir kelistrikan.

Tadi berdasarkan pemaparan Pak Dirut ada satu poin yang saya agak sedikit geli, yaitu 21 Juni 2026 itu tidak ada pemadaman bergilir. Tetapi realitanya sekarang berubah Pak, menyalanya bergilir,”

tekan Sigit.

Menurut Sigit, PLN seharusnya tidak hanya melaporkan kondisi kelistrikan di wilayah Jawa, melainkan di wilayah Kalimantan juga yang menjadi sumber energi utama di wilayah tersebut.

Sebenarnya harus jawab jujur dari PLN, kalau memang ada gangguan di pembangkit harus diedukasikan kepada masyarakat gangguan pembangkit yang mana, di mana. Jadi kalau disampaikan 21 Juni 2026 tidak ada pemadaman, betul. Tapi ada menyala bergilir,”

tukasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal