Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

BMKG Bagikan Tips Aman Hadapi Cuaca Panas, Waspadai Dehidrasi hingga Heat Exhaustion

Suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia belakangan terasa semakin terik seiring puncak musim kemarau. gelombang panas ekstrem.

Ilustrasi cuaca panas ekstrem
Ilustrasi cuaca panas ekstrem (foto: Freepik)

Suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia belakangan terasa semakin terik seiring puncak musim kemarau.

Meski Indonesia tidak berpotensi mengalami gelombang panas ekstrem seperti di Eropa, masyarakat tetap diminta waspada karena peningkatan suhu dapat memicu dehidrasi hingga kelelahan akibat panas (heat exhaustion).

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas di tengah cuaca panas.

Iklan

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan, antata lain:

Jaga Hidrasi Tubuh

Minumlah air putih secara berkala sebelum rasa haus muncul. Targetkan minimal 2–3 liter sehari, atau lebih jika Anda banyak beraktivitas di luar ruangan.

“Kurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein tinggi (kopi, teh pekat), dan minuman manis/bersoda. Minuman ini bersifat diuretik, yang justru mempercepat pengeluaran cairan tubuh melalui urine,”

ujar Ardhasena kepada Owrite.

Perlindungan Fisik Saat di Luar Ruangan

Oleskan sunscreen dengan minimal SPF 30 pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian sebelum keluar rumah untuk mencegah sunburn.

Selain itu, gunakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan berwarna cerah (warna gelap cenderung menyerap panas). Bahan katun sangat disarankan karena mudah menyerap keringat.

Gunakan topi bertepi lebar, payung, atau kacamata hitam untuk melindungi diri dari paparan langsung radiasi sinar ultraviolet (UV),”

tambahnya.

Atur Aktivitas di Luar Ruangan

Jika memungkinkan, batasi aktivitas fisik berat di luar ruangan antara pukul 11.00 siang hingga 15.00 sore, karena pada waktu tersebut intensitas radiasi matahari berada di tingkat tertinggi.

Jika harus bekerja di luar ruangan, sempatkan untuk berteduh di tempat yang rindang atau ber-AC secara berkala agar suhu inti tubuh bisa turun kembali.

Jaga Kondisi Lingkungan Dalam Ruangan

Pastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan baik. Gunakan kipas angin atau AC untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk.

Pada siang hari yang terik, tutup tirai atau gorden jendela yang menghadap langsung ke arah matahari untuk menahan panas masuk ke dalam rumah.

Kenali Gejala Darurat Panas (Heat Stroke)

Masyarakat diminta untuk peka terhadap sinyal tubuh sendiri maupun orang di sekitar. Segera cari tempat sejuk dan minum air jika mengalami gejala awal, seperti keringat berlebih, kulit pucat, dan terasa dingin/lembab, pusing, mual, kram otot, atau detak jantung terasa cepat.

Iklan