Pelayanan haji 2026 disebut mengalami lonjakan kualitas signifikan, setelah sebelumnya sempat dipenuhi berbagai persoalan serius dalam pelayanan.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang dinilainya mengalami peningkatan signifikan, dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Penilaian itu disampaikan Sarmuji, usai meninjau langsung sejumlah sektor jemaah haji Indonesia di Tanah Suci saat menjalankan ibadah sebagai jemaah biasa.
Menurutnya, kondisi tahun ini jauh berbeda dibanding pengalaman saat dirinya menjadi anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI pada 2023 lalu.
Tahun 2023 saya menjadi anggota Timwas Haji dan kami menemukan banyak sekali persoalan baik konsumsi, akomodasi maupun transportasi. Tahun ini saya berhaji sebagai warga biasa dan mengunjungi beberapa sektor jemaah haji Indonesia. Alhamdulillah, tahun ini terjadi peningkatan pelayanan yang signifikan,”
kata Sarmuji dalam keterangan pers, Kamis, 28 Mei 2026.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu mengaku, sengaja berbincang langsung dengan para jemaah di sejumlah sektor untuk memastikan kondisi layanan yang diterima selama ibadah berlangsung.
Hasilnya, mayoritas jemaah disebut tidak menyampaikan keluhan berarti, termasuk saat menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Saya menanyakan kepada jamaah di tiga sektor. Rata-rata tidak ada problem yang signifikan dalam penyelenggaraan haji kali ini. Demikian juga pelaksanaan saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina relatif lancar dan terkendali,”
akuinya.
Sarmuji juga menyoroti peningkatan disiplin para petugas haji yang dinilainya lebih profesional, dibanding periode sebelumnya.
Petugas haji juga lebih disiplin tahun ini dibandingkan beberapa tahun berjalan. Mereka melaksanakan tugas dengan baik,”
jelas Sarmuji.
Politikus asal Jawa Timur itu kemudian memberikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya kementerian terkait penyelenggaraan haji, yang dinilai berhasil melakukan banyak perbaikan.
Menurutnya, pengalaman langsung sebagai jemaah membuat dirinya bisa merasakan kondisi nyata yang dialami masyarakat Indonesia selama berhaji.
Justru karena saya hadir bukan sebagai pengawas, saya bisa merasakan apa yang benar-benar dirasakan jemaah dan yang saya rasakan adalah pelayanan yang jauh lebih baik. Ini capaian yang harus kita akui dengan jujur, Kementerian Haji telah bekerja keras dan hasilnya nyata,”
ucap Sarmuji.
Beda Informasi, Beda Temuan
Klaim Sarmuji ini berbanding terbalik dengan temuan yang disampaikan oleh Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Nasir Djamil yang membeberkan berbagai persoalan serius yang masih menghantui penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Dalam pemantauan langsung di Maktab 602, Makkah, Senin, 25 Mei 2026 kemarin, Nasir menemukan sejumlah kendala operasional yang dinilai berulang dari tahun-tahun sebelumnya. Terutama menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Masalah utama yang disorot meliputi keterlambatan armada bus penjemput jemaah, serta distribusi makanan siap saji yang belum berjalan maksimal.
Ternyata kita menemukan masalah yang masalah ini juga ditemukan pada tahun-tahun sebelumnya. Soal keterlambatan bus yang menjemput jemaah haji, kemudian juga ada persoalan makanan yang terlambat diberikan, bahkan juga tidak diberikan sama sekali,”
kata Nasir Djamil, Selasa, 26 Mei 2026.

