Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Desakan Pansus DPR Menguat, Usut Konflik Polri-Kejaksaan dan Peran TNI di Kasus Eks Jampidsus
Politik

Desakan Pansus DPR Menguat, Usut Konflik Polri-Kejaksaan dan Peran TNI di Kasus Eks Jampidsus

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 15, 2026 2:00 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 bulan lalu
Share
Gedung DPR RI
Gedung DPR RI (Foto: dpr.go.id)
SHARE

Manajer Riset Formappi Lucius Karus, mendesak DPR RI segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket gabungan Komisi III dan Komisi I.

Tujuannya, untuk mengurai polemik yang muncul dalam penanganan kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menjerat mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Menurut Lucius, Pansus diperlukan bukan untuk mencampuri proses hukum perkara, melainkan mengungkap akar persoalan yang memicu ketegangan antarlembaga penegak hukum, termasuk mengklarifikasi keterlibatan personel TNI yang sempat menjadi sorotan publik. 

Yang kita minta adalah DPR membentuk pansus hak angket untuk menyelidiki betul akar persoalan konflik ini,”

kata Lucius dalam diskusi publik di kantor Formappi di Jakarta yang dikutip, Rabu, 15 Juli 2026.

Ditegaskannya, DPR seharusnya menggunakan fungsi pengawasannya untuk mencari penyebab konflik antarlembaga, bukan sekadar menjadi penonton di tengah polemik yang berkembang.

Barang Bukti Kasus Eks Jampidsus Tak Jelas, Polri dan Kejaksaan Sedang Main Drama

Jadi bukan mengintervensi kasus yang juga melibatkan pihak tertentu, tetapi menggali sebenarnya konflik antara dua institusi itu disebabkan oleh apa,”

tegasnya.

Lucius menilai pembentukan Pansus juga dapat menjadi ruang bagi DPR untuk meminta penjelasan mengenai berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik, termasuk keberadaan personel TNI dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Lalu di sana juga ada bayang-bayang TNI. Kenapa mereka hadir? Semua itu bisa dibicarakan dalam Pansus hak angket tersebut,”

jelasnya.

DPR Jangan Hanya jadi Penonton

Dikatakan Lucius, fokus Pansus bukan menentukan benar atau salahnya perkara pidana, melainkan mengevaluasi tata kelola penegakan hukum agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Jadi Pansus hak angket penegakan hukum, atau apa pun namanya, bukan untuk mengintervensi kasus. Hanya untuk menggali sebenarnya konflik-konflik ini terjadi karena apa. Apa yang sesungguhnya terjadi antara lembaga penegak hukum ini?”

ucapnya.

Lucius berpandangan DPR juga perlu mengevaluasi apakah persoalan bersumber dari regulasi yang belum memadai atau dari praktik di lapangan yang memunculkan gesekan antarinstansi.

Apakah regulasinya yang bermasalah, atau ada praktik-praktik di lapangan yang kemudian memunculkan ego masing-masing lembaga dalam proses penegakan hukum,”

ungkapnya.

Ia juga mengusulkan agar Pansus tidak hanya diisi anggota Komisi III DPR. Menurutnya, pengawasan akan lebih efektif apabila melibatkan komisi lain yang memiliki ruang lingkup berbeda.

Dengan adanya pansus, kita berharap yang terlibat di dalamnya adalah orang-orang yang paham proses penegakan hukum, tidak hanya terbatas pada Komisi III. Karena rasanya kalau hanya Komisi III, ada konflik kepentingan,”

jelasnya lagi.

Mereka sudah terlalu dekat satu sama lain, walaupun menggunakan istilah mitra kerja. Rasanya mereka tidak cukup punya keberanian untuk menggali borok yang ada dalam relasi jaksa dan polisi,”

tambahnya.

Karena itu, ia mendorong Komisi I DPR ikut dilibatkan agar dapat meminta penjelasan mengenai aspek yang berkaitan dengan TNI.

Baca juga:
Minta Persetujuan DPR, Prabowo Targetkan Bursa Komoditas RI Beroperasi 1… Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki bursa mineral dan komoditas strategis sendiri…
Puan Bongkar Serangan ke DPR di Dunia Maya: Kutipan Palsu… Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti derasnya arus informasi di ruang digital…
Empat Pedoman Kabinet Prabowo: Tanpa Data Akurat, Rencana Pemerintah Sekadar… Empat pedoman Kabinet Merah Putih yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan…
  • Minta Persetujuan DPR, Prabowo Targetkan Bursa Komoditas RI Beroperasi 1 Januari 2027
  • Puan Bongkar Serangan ke DPR di Dunia Maya: Kutipan Palsu hingga Video…
  • Empat Pedoman Kabinet Prabowo: Tanpa Data Akurat, Rencana Pemerintah Sekadar Angan

Karena itu kita minta ada keterlibatan pihak lain. Misalnya melibatkan Komisi I yang menjadi mitra kerja TNI. Nanti Komisi I bisa bertanya, kenapa tentara perlu menjaga rumah jaksa yang diduga bermasalah? Itu yang dipertanyakan dalam pansus angket nanti,”

bebernya.

Lucius menilai pembentukan Pansus Hak Angket menjadi langkah paling rasional yang dapat ditempuh DPR untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

Jadi saya kira respons paling masuk akal yang bisa disumbangkan DPR adalah membentuk pansus angket penegakan hukum, atau apa pun namanya, yang menggali seluruh persoalan yang terjadi dalam proses penegakan hukum kita dengan fokus pada dua lembaga itu, yaitu kepolisian dan kejaksaan. Dengan begitu, baru bisa kita harapkan ada penyelesaian yang sistematis dari DPR,”

tutupnya.
Tag:DPREks JampidsusFebrie AdriansyahFormappiKejaksaanKonflik Polri-KejaksaanLucius KarusPansus Hak AngketPolri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
HUT RI ke-81: Gaya Nyentrik Gibran Berbalut Adat NTT, Kumpul Keluarga Besar di Istana
By Hadi Febriansyah
Eks Presiden RI Joko Widodo (kiri), Presiden RI Prabowo Subianto tengah), dan Wakil Presiden Gibran (kanan) dalam peringatan HUT KE-81 RI di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus 2026.
1
Cegah Rasuah: KPK “Pasang Mata” Penyaluran Bantuan Gempa NTT
By Rahmat Baihaqi
Petugas medis memindahkan pasien ke dalam tenda darurat di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026).
2
Tampil Anggun Berkebaya Putih, Dewi Soekarno Hadiri Upacara HUT RI di Istana Merdeka
By Rahmat Baihaqi
Istri mendiang Presiden pertama Soekarno, Ratna Dewi Soekarno atau Dewi Soekarno memakai kebaya putih menghadiri upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara.
3
Dari Sinden Cilik hingga Peraih Emas Olimpiade, Ini Keseruan HUT ke-81 RI di Istana
By Hadi Febriansyah
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) membacakan naskah Proklamasi pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta
4
Riuh Hari Damai Aceh: Suasana Kondusif, KSAD Maruli Tak Tambah Prajurit
By Rahmat Baihaqi
Massa yang menghadiri zikir dan doa bersama peringatan hari perdamaian Aceh terlibat kericuhan di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (15/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
Politik

Kecam Letusan Senjata di Tempat Ibadah Saat Pengibaran Bendera GAM, PDIP: Jangan Buka Lagi Luka Konflik

PDI Perjuangan menyoroti respons aparat dalam menangani insiden pengibaran bendera Bulan Bintang…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
8 jam lalu
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin, 17 Agustus 2026.
Politik

Prabowo Klaim Prabowonomics Berasas Marhaenisme, PDIP: Kebijakan Harus Berpihak ke Petani

PDI Perjuangan menyambut pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut Prabowonomics berasas…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
8 jam lalu
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Politik

Sindir Kebijakan Nir-Etika: Kabinet Bayangan Minta Menkes Dijabat Ahli Kesehatan

Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan Irma Hindayana mendorong agar kepemimpinan sektor kesehatan, termasuk…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
9 jam lalu
Sekjend PDIP, Hasto Kristianto.
Politik

Kasus Keracunan MBG Berulang, PDIP: Di Situ Ada Pemburu Rente

Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.…

Rika PangestiRahmat Tunny OWRITE
By
Rika Pangesti
Rahmat Tunny
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up