Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengaku terkejut dengan pembubaran forum diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain Budiman, diskusi yang dibubarkan itu juga dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Dia menilai adanya perbedaan pandangan semestinya dijawab melalui dialog. Bukan dengan penghentian lalu membubarkan forum diskusi.
Budiman mengatakan pengalaman yang dialaminya justru berbeda dengan sejumlah forum diskusi pada masa lalu. Ia mengaku pernah beberapa kali memenuhi undangan kelompok yang jadi oposisi pemerintahan saat itu. Namun, forum tetap berlangsung meski terjadi perdebatan tajam.
Yang menarik, kami justru pernah diundang berdialog oleh kelompok-kelompok seperti HTI dan kelompok Islamis lainnya. Kami datang sebagai pendukung Gus Dur dan merayakan perbedaan pandangan,”
kata Budiman dålam podcast Owrite yang dikutip pada Jumat, 3 Juli 2026.
Menurut Budiman, dalam berbagai forum tersebut ia berhadapan dengan peserta yang memiliki pandangan ideologis sangat berbeda. Ia menceritakan hal itu saat masih dikenal sebagai aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD). Namun, ketika itu ruang dialog tetap dijaga.
Dia bilang ada perbedaan yang sangat keras antara PRD dengan kelompok Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI).
Kami berdiskusi dengan perbedaan yang sangat keras. Mereka tahu saya dari PRD yang berhaluan sosialis, tetapi kami tetap bersepakat bahwa ruang perbedaan itu harus dirawat,”
ujar eks politikus PDIP itu.
Diakui Budiman, perdebatan yang keras tak pernah berujung pada pengusiran atau pembubaran forum. Kata dia, pengalaman itu justru memperlihatkan bahwa perbedaan pandangan bisa dikelola melalui dialog.
Berdebat keras, tidak ada penggerebekan, tidak ada pengusiran. Mereka bukan orang liberal, mereka orang konservatif secara ideologis, tetapi mereka tetap menjaga ruang untuk perbedaan pendapat,”
jelasnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa dirinya memegang prinsip bahwa setiap orang berhak menyampaikan pandangannya. Meskipun pandangan itu tak selalu disetujui oleh pihak lain.
Saya tidak setuju dengan semua yang orang lain katakan, tetapi saya akan membela hak mereka untuk menyampaikan pendapatnya. Karena itu saya tidak menyangka kejadian seperti ini terjadi di UGM,”
tutur Budiman.






















