Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 9 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Rakyat Sering Dipermainkan Elit Parpol Saat Pilpres, Capres-Cawapres Dibatasi Sesuka Hati
Politik

Rakyat Sering Dipermainkan Elit Parpol Saat Pilpres, Capres-Cawapres Dibatasi Sesuka Hati

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 8, 2026 7:05 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 jam lalu
Share
Ilsutrasi para Ketua umum Partai duduk berdiskusi.
Ilsutrasi para Ketua umum Partai duduk berdiskusi. Doc: Foto ini dibuat dengan bantuan IA.
SHARE

Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai, elite partai politik kerap menjadikan pemilihan presiden sebagai sarana mengamankan kepentingan kekuasaan dengan membatasi pilihan calon bagi rakyat.

Praktik tersebut menurutnya bertentangan dengan semangat demokrasi, karena aspirasi publik tidak sepenuhnya menjadi dasar dalam menentukan calon presiden dan calon wakil presiden yang bertarung di Pilpres.

Mereka menjadikan pilpres untuk memanfaatkan rakyat untuk memilih capres dan cawapres yang diinginkan,”

kata Jamiluddin kepada Owrite, Rabu, 8 Juli 2026.

Akademisi itu berpandangan, rakyat pada akhirnya hanya ditempatkan sebagai pemberi legitimasi terhadap pasangan calon yang sebelumnya telah diseleksi oleh elite partai politik.

AHY Unggul Telak dari Gibran, Kompetensi hingga Kinerja Disebut Bak Bumi dan Langit

Rakyat hanya dijadikan justifikasi bahwa capres dan cawapres sudah dipilih secara demokrasi. Elite partai mengabaikan aspirasi rakyat yang menginginkan capres dan cawapres tertentu,”

ucapnya.

Dikatakan Jamiluddin, pola politik semacam itu sudah seharusnya ditinggalkan apabila seluruh pihak ingin membangun demokrasi yang lebih terbuka dan memberikan ruang yang sama bagi setiap anak bangsa.

Jadi, pola pikir akal mengakali sudah saatnya ditanggalkan. Elite partai sudah saatnya pro demokrasi, bukan ngakali demokrasi untuk dapat berkuasa,”

jelasnya.

Mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta itu mengingatkan, konstitusi telah menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi, sehingga kepentingan politik elite tidak boleh mengesampingkan hak masyarakat dalam menentukan pemimpinnya.

Baca juga:
Polri Bongkar Brankas Cafe de'Clan Berisi Dolar, Diduga Terkait Tiga… Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipikor) Polri menemukan dan…
Partai Tak Boleh Akali Putusan MK, Pembatasan Capres-Cawapres Cederai Demokrasi Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, menilai upaya membatasi pencalonan…
Usut 3 Korupsi Sekaligus: Polri Geledah Kafe dan Sasar Money… Penyidik Polri menggeledah Cafe de'CLAN di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, terkait pengusutan…
  • Polri Bongkar Brankas Cafe de'Clan Berisi Dolar, Diduga Terkait Tiga Kasus Korupsi…
  • Partai Tak Boleh Akali Putusan MK, Pembatasan Capres-Cawapres Cederai Demokrasi
  • Usut 3 Korupsi Sekaligus: Polri Geledah Kafe dan Sasar Money Changer di…

Semua anak bangsa harus kembali ke konstitusi yang menegaskan pemilih negara adalah rakyat,”

tegasnya.

Karena itu, Jamiluddin meminta seluruh elite partai politik menghormati prinsip demokrasi dan tidak lagi mencari celah untuk membatasi pilihan rakyat dalam pemilihan presiden.

Karena itu, semua elite partai harus taat dengan prinsip tersebut agar demokrasi substansial benar berlangsung di negeri tercinta,”

ujarnya.
Tag:Elit PolitikHeadlineJamiluddin Ritongapartai politikpemiluPengamat PolitikRakyat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Ketua MPR Jadi Utusan Presiden ke Iran, Ada Paradoks Konstitusi di Era Prabowo
By Rika Pangesti
Pakar hukum tata negara sekaligus Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti
1
Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel, Polisi Angkut Dolar Korupsi Rp67,2 Miliar
By Rahmat Baihaqi
Tim gabungan Polri berada di dekat barang bukti usai menggeledah salah satu kafe di kawasan Cipete, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
2
Polri Sita 74 Kg Emas dan Uang Rp282,4 Miliar dari Rumah Bogor, Terkait 3 Kasus Korupsi
By Rahmat Baihaqi
Kortastipikor Polri dan Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas batangan serta mata uang asing senilai Rp476 miliar dari brankas saat menggeledah rumah di Parahyangan Golf 2, Bogor.
3
Rakyat Sering Dipermainkan Elit Parpol Saat Pilpres, Capres-Cawapres Dibatasi Sesuka Hati
By Rahmat Tunny
Ilsutrasi para Ketua umum Partai duduk berdiskusi.
4
DPR Desak Gakkum Bergerak, Ancam Segel Perusahaan Jika Terbukti Cemari Lingkungan
By Rika Pangesti
Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR bersama perwakilan masyarakat adat Dayak dari Kalimantan Tengah.
5

BERITA LAINNYA

Pakar hukum tata negara sekaligus Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti
Politik

Ketua MPR Jadi Utusan Presiden ke Iran, Ada Paradoks Konstitusi di Era Prabowo

Langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang menugaskan Ketua MPR RI Ahmad Muzani…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
14 jam lalu
Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Doc: IG Prabowo Subianto
Politik

Heboh Surat Internal PDIP Bocor, Megawati Ungkap Arti ‘Partai Penyeimbang’ dan Bukan Oposisi

Surat internal Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang menjelaskan posisi…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
15 jam lalu
Pengamat politik, Jamiluddin Ritonga. Doc: pribadi
Politik

Partai Tak Boleh Akali Putusan MK, Pembatasan Capres-Cawapres Cederai Demokrasi

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, menilai upaya membatasi pencalonan…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
16 jam lalu
Dosen yang juga pakar hukum tata negara Fahri Bachmid.
Politik

Ketua MPR Diutus ke Iran Tuai Pro-Kontra, Langkah Prabowo Dinilai Masih Konstitusional

Penugasan Ketua MPR RI Ahmad Muzani sebagai utusan Presiden untuk menghadiri pemakaman…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up