Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana menilai, persoalan terbesar demokrasi Indonesia saat ini bukan semata terletak pada Undang-Undang Pemilu, melainkan praktik politik uang yang dinilainya telah menggeser kedaulatan rakyat menjadi “duitokrasi”.
Kondisi tersebut menurutnya membuat proses demokrasi semakin jauh dari prinsip pemilu yang jujur dan adil. Duitokrasi adalah kondisi saat daulat rakyat dalam sistem demokrasi bergeser menjadi daulat uang. Kekuatan finansial dan modal politik yang besar mengalahkan suara serta kepentingan masyarakat.
Undang-undang secara tertulis pasti ada plus minusnya. Tetapi itu harusnya bisa diminimalisir dengan pemilu yang jujur dan adil,”
kata Denny kepada Owrite, Jumat, 8 Agustus 2026.
Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu menuturkan, demokrasi Indonesia menghadapi persoalan serius karena suara rakyat semakin ditentukan oleh kekuatan uang. Kondisi tersebut sebagai kegagalan mendasar dalam penyelenggaraan pemilu.







