Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Kabinet Bayangan Bukan Ancaman, Justru Koreksi bagi Pemerintah dan DPR
Politik

Kabinet Bayangan Bukan Ancaman, Justru Koreksi bagi Pemerintah dan DPR

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 7, 2026 4:26 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
49 menit lalu
Share
Ilustrasi Kabinet Bayangan.
Ilustrasi Kabinet Bayangan. (Dibuat oleh AI)
SHARE

Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai, kemunculan kabinet bayangan yang diinisiasi Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari bersama sejumlah akademisi dan aktivis merupakan konsekuensi dari melemahnya fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah. 

Menurutnya, kabinet bayangan hadir sebagai saluran alternatif untuk menyerap dan menyuarakan aspirasi masyarakat yang dinilai belum terakomodasi.

Kabinet bayangan tak perlu dikhawatirkan selama dimaksudkan bukan untuk menjadi kabinet tandingan dan makar terhadap kabinet pemerintahan yang sah,”

kata Jamiluddin kepada Owrite, Jumat, 8 Agustus 2026.
Kritik Kabinet Bayangan: Demi Kopdes Merah Putih, Dana Desa Dipaksa Tabrak Regulasi

Jamiluddin mengatakan pembentukan kabinet bayangan merupakan praktik yang lazim dalam negara demokrasi. 

Ditegaskannya, kelompok masyarakat sipil memiliki hak untuk memberikan kritik, masukan, dan alternatif kebijakan kepada pemerintah.

Kabinet tandingan lazim di negara demokrasi. Hal itu menjadi hak warga negara untuk bersuara, mengkritik, dan menyampaikan pendapat,”

ujar Jamiluddin.

Bukan Ancaman

Karena itu, ia menilai keberadaan kabinet bayangan tidak dapat dipandang sebagai ancaman terhadap pemerintahan yang sah. Sebaliknya, keberadaannya justru menjadi bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.

Karena itu, kehadiran kabinet bayangan dibenarkan dan merupakan bagian dari praktik demokrasi yang sehat,”

tegasnya.

Diungkapkan Jamiluddin, kabinet bayangan umumnya muncul ketika parlemen dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. 

Kondisi tersebut menurutnya tidak terlepas dari konfigurasi politik yang didominasi koalisi besar pendukung pemerintah.

Kabinet bayangan biasanya muncul manakala parlemen lemah dalam melaksanakan fungsi pengawasan atau kontrol terhadap pemerintah. Hal ini implikasi dari koalisi besar,”

jelasnya.
Baca juga:
Kementerian HAM Minta Rumah Sakit Berbenah: Pasien BPJS Bukan Warga… Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menyoroti dugaan perlakuan diskriminatif terhadap pasien BPJS…
Negara Diusulkan Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Informal Rentan, Ojol… Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mengusulkan agar negara membayar iuran…
DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan! Aturan Papua Jangan… Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat kembali didorong agar tak berlarut-larut. Anggota…
  • Kementerian HAM Minta Rumah Sakit Berbenah: Pasien BPJS Bukan Warga Negara Kelas…
  • Negara Diusulkan Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Informal Rentan, Ojol hingga Petani…
  • DPR Dorong RUU Masyarakat Adat Segera Disahkan! Aturan Papua Jangan Sampai Ditabrak

Ia menilai, kabinet bayangan berupaya menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Dengan adanya ruang tersebut, aspirasi publik dapat disalurkan secara lebih terarah.

Karena itu, kabinet bayangan berupaya menampung aspirasi dari masyarakat terkait kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro dan merugikan rakyat. Dengan begitu, kabinet bayangan dapat menjadi wadah menyerap aspirasi dengan baik dan tidak liar,”

paparnya.

Jamiluddin menambahkan, dalam sistem presidensial, pembentukan kabinet bayangan oleh kalangan akademisi maupun kelompok masyarakat sipil merupakan hal yang lazim ditemukan sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi kontrol di luar parlemen.

Jadi, di negara demokrasi yang menganut sistem presidensial biasanya kabinet bayangan dibentuk oleh akademisi atau kelompok masyarakat sipil,”

pungkasnya.
Tag:Corong RakyatDPRJamiluddin RitongaKabinet BayanganPemerintah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
1
Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
By Hadi Febriansyah
Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
2
Kapolresta Banda Aceh Diamankan Propam Mabes Polri, Dugaan Kasus Narkoba Bikin Geger!
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Mabes Polri amankan perwira polisi.
3
Gianni Infantino Tertekan, FIFA Akui Kesalahan soal Rencana Jual Saham Piala Dunia
By Hadi Febriansyah
Gianni Infantino
4
Rupiah Dibuka Loyo ke Level Rp17.935! Ancaman dari Timur Tengah Mulai Menghantui Pasar
By Anisa Aulia
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi
Politik

Negara Diusulkan Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Informal Rentan, Ojol hingga Petani Ikut

Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mengusulkan agar negara membayar iuran…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
18 menit lalu
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat (kanan) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Politik

Prabowo Harus Paham, Oposisi Justru Bisa Menyelamatkan Pemerintahannya

Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengingatkan Presiden Prabowo Subianto, agar tidak…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
44 menit lalu
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat kabinet di Ostana Negara.
Politik

Koalisi Gemuk Bikin Demokrasi Sakit, Pemerintahan Berisiko Lumpuh

Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana, mengkritik konfigurasi politik pemerintahan saat ini…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
1 jam lalu
Ilustrasi kotak suara pada pemilihan umum. (Sumber: Unsplash/Element5 Digital)
Politik

Demokrasi Dibajak Duitokrasi: Pemilu Makin Rusak, Mau Menang Harus Pakai Duit

Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana menilai, persoalan terbesar demokrasi Indonesia saat…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up