Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penghentian kerja sama dengan sejumlah mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan bersifat permanen, melainkan hanya sementara.
Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut arahan pemerintah setelah muncul berbagai keluhan dari mitra maupun persoalan di lapangan.
Yang jelas kita menjawab bahwa tentang penghentian sementara ini bukan seterusnya. Jadi penghentian sementara, kita berikan waktu untuk menata kembali. Sejumlah 27.000 sekian ini akan kita cek lagi, kita tata kembali,”
kata Trenggono usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Jumat, 17 Juli 2026.
BGN meminta waktu 30 hari untuk melakukan penataan ulang terhadap pelaksanaan program sebelum kembali melanjutkan kemitraan.
Menurut Trenggono, penataan juga akan menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia meminta seluruh mitra memberi kesempatan kepada BGN untuk menyelesaikan proses evaluasi.
Tolong berikan kami waktu untuk menata semuanya. Sekali lagi, para mitra bukan kita tidak mau berkomunikasi, tidak. Kita juga memberikan kesempatan, namun nanti kita carikan waktu yang tepat supaya kita bisa berdialog dengan baik,”
ujarnya.
BGN menargetkan proses penataan tersebut rampung dalam waktu paling lama satu bulan. Tenggat itu dihitung sejak rapat terbatas pemerintah yang digelar pada Rabu pekan ini.
Kita diberikan waktu untuk menata kembali, khususnya persoalan yang dalam waktu dekat ini selama 30 hari. Kami juga sudah mendapat arahan dari Pak Menko Pangan, kita membuat tim. Kalau perlu kurang dari waktu itu, kita segera bergerak cepat,”
kata Trenggono.
Perihal kemungkinan efisiensi anggaran BGN pada 2026, Trenggono membenarkan akan ada penyesuaian. Namun, ia belum bersedia membeberkan besaran anggaran yang akan dipangkas.
Jelas itu akan diefisiensikan. Nanti akan disampaikan lebih lanjut,”
katanya.






















