Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, mengatakan sampai saat ini pihaknya masih membahas bea keluar batu bara, di tengah rencana pemerintah mengekspor batu bara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Yang bea keluar itu kan regulasi yang lain. Jadi, nanti yang terkait dengan royalti, terkait dengan ini (bea keluar) kan sesuai dengan sistem yang sudah ada,”
kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.
Sebelumnya diketahui bahwa pengenaan tarif bea keluar batu bara akan diterapkan mulai 1 Januari 2026. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, dalam memperbaiki tata kelola sumber daya alam (SDA) agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat.
Pembahasan Bea Keluar Batu Bara
Penerapan bea keluar batu bara menurut Purbaya sangat diperlukan, guna mengimbangi besarnya restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari kegiatan industri tersebut yang selama ini dinilai menambah tekanan pada kapasitas fiskal.
Namun hingga saat ini, pemerintah masih melakukan pembahasan ihwal bea keluar batu bara tersebut.
Selain batu bara, pembicaraan mengenai penerapan royalti dan bea keluar untuk komoditas tambang mineral lainnya juga masih berlangsung, antara Kementerian ESDM dengan Kementerian Keuangan.
Kebijakan royalti dan bea keluar untuk komoditas tambang yang rencananya diterapkan pada Juni 2026, disepakati untuk ditunda oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Penundaan tersebut guna melakukan pembahasan lebih lanjut, sebagai respons terhadap reaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan pelemahan.
Sementara itu, DSI sendiri dilaporkan akan dijalankan dalam dua tahap. Pada tahap pertama mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026, DSI berperan sebagai penilai dan perantara antara penjual dan pembeli komoditas ekspor tertentu.
Selanjutnya pada tahap kedua yang ditargetkan dimulai Januari 2027, DSI akan membeli komoditas dari eksportir domestik untuk kemudian menjualnya ke pasar internasional.


