Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) mengancam menutup atau “menggembok” dapur MBG secara nasional jika pemerintah tidak segera membenahi pola kemitraan yang dinilai timpang dan tidak adil.
Ancaman itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional, Syawaludin Aweng, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IX DPR RI, Selasa, 14 Juli 2026.
Syawaludin mengatakan, persoalan yang dihadapi mitra MBG bukan hanya dialami organisasinya, tetapi juga dirasakan kelompok mitra lain yang hadir dalam rapat tersebut.
Ini soal kemitraan yang tidak sejajar. Ini soal kemitraan yang tidak adil antara kami mitra dengan Badan Gizi Nasional,”
ungkap Syawaludin.
Ia menilai, BGN hanya memiliki program sementara seluruh fasilitas dapur disiapkan oleh para mitra. Namun ketika muncul persoalan di lapangan, justru mitra yang menjadi pihak pertama yang disalahkan.
Menurutnya, pengelolaan operasional dapur sebenarnya berada di tangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sedangkan mitra hanya menyediakan sarana dan prasarana.
Begitu ada keracunan, dapur kami yang disuspensi. Begitu ada persoalan, kami yang dianggap biang keroknya,”
ujarnya.
Syawaludin juga menyinggung pernyataan Presiden yang menyebut adanya oknum “maling” dalam program MBG. Ia menduga, informasi yang diterima Presiden tidak utuh sehingga berdampak pada citra para mitra.
Karena itu, ia meminta Komisi IX DPR RI memanggil Badan Gizi Nasional untuk mengevaluasi pola kemitraan agar hubungan antara pemerintah dan mitra berjalan setara.
Sebagai bentuk protes, Syawaludin bahkan melontarkan ancaman akan menghentikan operasional dapur MBG di seluruh Indonesia jika keluhan mereka terus diabaikan.
Kalau kami terus dikecewakan, kami siap gembok secara nasional, Pak,”
tegasnya.
Adapun, sejumlah Asosiasi yang tergabung dalam Presidium Mitra MBG antara lain Asosiasi Mitra BGN Indonesia, Asosiasi Pangan Gizi Terdepan, Terluar, Tertinggal (APGI 3T), Gabungan Pengusaha Makan Bergizi (Gapembi), dan lain-lain.























